Jumat, 24 Desember 2021

Hijau Alamku, Damai Jiwaku


Pesona alam indah nan hijau yang terhampar luas di bumi Indonesia, memberikan gambaran kesuburan dan kekayaan. Hijaunya alam itu juga memberikan suasana kenyamanan, ketenangan, dan keharmonisan dalam batin. Begitulah kesan yang dapat kita peroleh.

Kesan positif tersebut akan membawa manfaat dalam mengembangkan suasana kehidupan yang harmoni, emosi yang seimbang, kesegaran mata, ketenangan pikiran yang membawa kedamaian dan kepedulian terhadap lingkungan. 

Lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya lingkungan. Namun pada kenyataannya, sebagian kerusakan lingkungan lebih disebabkan karena ketidakpedulian dan ketidakbijaksanaan manusia dalam mengelola dan melindungi alam.

Manusia cenderung mengedepankan keserakahan dalam mengelola alam.  Keserakahan itu merupakan manifestasi dari adanya degradasi moral dalam diri manusia. Oleh karena itu, pendekatan agama menjadi solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan lingkungan.

Dalam ajaran Buddha, semua fenomena di alam semesta merupakan hubungan sebab dan akibat, saling mempengaruhi dan bergantungan. Semua yang terjadi berdasarkan pada hukum sebab-akibat yang saling bergantungan (Paticcasamuppada). Dengan demikian segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia, maka akan mengakibatkan sesuatu yang dampaknya akan dirasakan kembali oleh manusia.

Ajaran Buddha menekankan agar manusia dapat selaras dengan alam. Memanfaatkan kekayaan alam bukan berarti merusak alam. Terkait hal tersebut Guru Agung Buddha memberikan perumpamaan selayaknya seekor kumbang yang memanfaatkan keindahan bunga untuk diambil madunya akan tetapi disisi lain kumbang tersebut membantu proses penyerbukan. Memperlakukan alam secara bijaksana yang akan membawa keuntungan dalam melangsungkan kehidupan tanpa menyebabkan dampak kerusakan.

Upaya mempertahankan alam dari kerusakan dan membiarkan hutan tetap hijau dengan pohon-pohon yang mampu tumbuh subur, Guru Agung Buddha juga memberikan aturan yang tegas dalam Vinaya Pitaka bahwa para Bhikkhu tidak merusak biji-bijian, mencemari air dan tumbuh-tumbuhan dengan kotoran, seperti air liur, air seni dan tinja, juga menebang pohon.

Sebaliknya, Guru Agung Buddha memberikan nasehat manfaat merawat lingkungan sebagaimana tertuang dalam Vanaropa Sutta, bahwa mereka yang membangun hutan, membangun jembatan, tempat minum dan sumur, memberikan tempat tinggal, pada mereka jasa akan terus bertambah siang dan malam.

Teladan Guru Agung Buddha dalam hal penghargaan terhadap alam adalah ketika melakukan ungkapan terima kasih dan penghargaan (kattannukatavedi) terhadap pohon Boddhi, beliau berdiri beberapa kaki dari pohon Bodhi dan memandanginya terus-menerus dengan mata tidak berkedip selama satu minggu karena telah memberi-Nya tempat untuk berteduh sewaktu berjuang untuk mencapai tingkat Buddha.

Refleksi dari hal tersebut adalah bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan bergantungan baik dengan sesama manusia maupun lingkungan haruslah saling berterima kasih dan saling menjaga satu sama lain.

Untuk itu, mari kita selamatkan alam dengan senantiasa menjaga keseimbangan alam dan turut melestarikan dengan aksi nyata. Kurangi penggunaan kertas, hemat energi, dan melakukan penghijauan kembali merupakan hal yang patut kita lakukan. Alam yang hijau akan memberikan kedamaian dalam jiwa manusia.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

(SALSABILA HUSNAH)



BANJIR MELANDA DESA SEKATAK BUJI

 

Ridwan Marsetio Adi


 

BANJIR MELANDA DESA SEKATAK BUJI

            Pada bulan Desember di ketahui curah hujan yang cukup parah, terjadi hujan terus menerus pada bulan Desember ini sehingga terjadinya bencana alam di akhir tahun ini. Desa Sekatak Buji sendiri memang selalu terlanda bencana di akhir tahun, di setiap akhir tahun bulan Desemeber selalu terjadi bencana banjir yang merendam pemukiman Desa Sekatak Buji. Kerugian yang terjadi di lingkungan Desa Sekatak Buji seperti susahnya akses jalan, selain itu terhambatnya perekonomian masyarakat di karnakan faktor banjir tersebut.

            Pada tanggal 15 Desember 2021, terjadinya pengeluapan air sunggai yang ada di Desa Sekatak Buji. Terjadinya meluap air tersebut di sebabkan curah hujan yang tidak berhenti sejak malam hingga nebjelang pagi, bertepatan air laut pasang. Pada saat air dari Hulu sungai Sekatak terjadi hujan maka air akan turun ke hilir sungai Sekatak shingga menggakibatkan air sunggai meluap dan bertabrakan dengan air laut pasang maka sunggai tersebut banjir.

            Selain faktor curah hujan yang tidak henti-henti, di sebabkan pohon-pohon di hulu singai sekatak sudah di teebang oleh perusahaan sehingga, apabila terjadinya hujan yang tinggi maka banjir akan melanda pemukiman masyarakat.

            Pada saat banjir melanda Desa Sekatak Buji, air terus meluap dan menghantam dataran tinggi. Setuasi pada saat banjir rumah-rumah yang berada di tepi sungai semuah terendam banjir, rumah warga yang berada di tepian sungai terndam hingga pingang orang dewasa. Sedangakan akses jalan masyarakat terendam hingga leher orang dewasa. Posisi meluapnya air sunggai yaitu pada jam 10:00  pagi terus meluap hingga jam 20:00, pada jam 20:00 baru mulai air sungai turun.

Opini, Lingkungan Hidup


Lingkungan hidup merupakan bagian dari bumi yang mencakup mahluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan dan benda lainnya seperti air, tanah udara ataupun sumber energi yang ada di dalamnya dan menjadi satu. Lingkungan hidup yang baik dapat tercipta bila terjadi keseimbangan antara mahluk hidup satu dengan yang lainnya serta terhadap benda lain (air, tanah, udara dan sumber energi), namun perkembangan teknologi yang pesat membantu manusia untuk menemukan inovasi yang memudahkan mereka melakukan pekerjaan. Perkembangan inovasi ini tidak diseimbangkan dengan akibat dari apa yang dihasilkan dari inovasi tersebut.

Pencemaran terhadap lingkungan hidup yang sejatinya berasal dari manusia sendiri telah mencemari air, tanah dan udara sehingga fenomena ini kita kenal sebagai fenomena pemanasan global (global warming). Isu pemanasan global sendiri muncul pada tahun akhir 1980 dimana terjadi perubahan iklim akibat gas CO (karbonmonoksida), NOx, CO2 (karbondioksida), CFC, N2O, CCl4, CH4 (metana) gas – gas ini dikenal dengan gas rumah kaca. Gas rumah kaca mampu menyerap panas dari sinar matahari sehingga panas dari sinar akan tertahan di bumi dan menyebabkan suhu bumi menjadi meningkat. Produksi gas rumah kaca dapat berasal dari gas buang kendaraan bermotor, gas buang pabrik, pembakaran sampah, pemabakaran hutan, pemabakaran lahan gambut. Besarnya produksi gas yang dihasilkan dari kegiatan tersebut membuat banyaknya gas yang tertahan di atmosfer dan membuat suhu bumi meningkat, meningkatnya suhu bumi ini mempengaruhi alam dengan mencairnya es di kutub dan meningkatnya volume air laut, meningkatnya gas rumah kaca terutama dalam industri dan kendaraan bermotor dapat menyebabkan polusi berupa asap racun, selain itu produksi gas rumah kaca seperti SOx mampu memberikan dampak berupa hujan asam.

Besarnya kontribusi gas rumah kaca terhadap meningkatnya suhu bumi bukan masalah satu – satunya pencemaran terhadap lingkungan. sampah merupakan masalah klasik yang kurang mejadi perhatian di sebagian masyarakat. Produksi wadah makanan, alat elektronik, alat kosmetik, hingga pakaian yang kita kenakan akan menjadi sampah saat kita sudah tidak memakainya lagi. Penyianyiaan terhadap makanan pun masih tinggi yang membuat banyak makanan atau minuman yang di buang. Peningkatan produksi sampah pun menjadi permasalah global karena beberapa jenis sampah sulit untuk di urai terutama sampah plastik dan sampah elektronik.

Pencegahan terhadap kerusakan lingkugan sudah mulai di lakukan beberapa dekade terakhir ini. Berkembangnya isu pemanasan global (global warming) di masyarakat mendorong masyarakat dunia untuk mulai merubah pola pikir terhadap gaya hidup mereka. Gaya hidup untuk mengurangi kerusakan terhadap lingkungan. Energi dan material yang ramah lingkungan membuat para peneliti berpikir lebih keras agar menciptakan teknologi yang ramah dengan lingkungan, tidak hanya peneliti yang berpikir keras agar teknologi yang digunakan manusia membuat keseimbangan terhadap alam, masyarakat umum mulai belajar bagaimana mengurangi kerusakan lingkungan dengan cara yang sederhana dan mudah disamping para peneliti mengembangkan penemuan yang lebih “hijau”.

Regulasi terhadap isu lingkungan pun diberlakukan oleh beberapa Negara sebagai pembelajaran dan pembiasaan terhadap warga negaranya untuk lebih peduli terhadap lingkungannya sebagai contoh mengurangi konsumsi kantong plastik dengan membeli kantong plastic berbayar. Sistem ini memakasa kita (manusia) untuk lebih bijak lagi memilih kantong belanja dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Tidak hanya dalam bentuk regulasi, kampanye terhadap kerusakan lingkungan juga sering digaungkan oleh sekumpulan orang yang peduli terhadap lingkungan baik itu dalam lingkungan rumah tangga,sekolah, perkantoran ataupun universitas.

Universitas merupakan tempat di mana mahasiswa dan kaum intelektual berkumpul. Univeritas tempat di mana mahasiswa mampu menjadi pribadi yang kreatif dengan minat dan kemampuan yang dia miliki. Universitas tempat yang tidak hanya sebagai tempat belajar namun riset dan juga mengabdi baik itu untuk masyarakat sekitar ataupun Negara.

Rabu, 08 Desember 2021

MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK

 


Kebanyakan dari masyarakat telah mengetahui bahwa kotoran sapi sangat bagus untuk tanaman apalagi untuk pertanian selain dapat membantu perekonomian petani, kotoran sapi juga bebas dari zat-zat kimia yang dapat merusak kesimbangan tanah. Kotoran sapi memiliki kandungan unsur hara yang tinggi dan sangat bagus untuk digunakan pada setiap tanaman. Dapat dilihat bahwa kotoran sapi mengandung serat yang tinggi seperti adanya selulosa yang tinggi, dimana kandungan serat tersebut akan meningkat karena tercampur dengan air kencing dari sapi.

Untuk menggunakan kotoran sapi sebagai pupuk oraganik harus dengan proses fermentasi dimana kotoran sapi harus kering agar dapat digunakan, jika dalam keadaan masih baru atau masih basah hal ini akan menyebabkan tanaman menjadi mati. Kandungan unsur hara di dalam kotoran sapi sangat bermanfaat sangat besar untuk menutrisi tanaman sehingga perkembangan dari tanaman dapat lebih optimal karena di dalam kotoran sapi terdapat unsur carbon (c) yang lebih tinggi dari kandungan nutrigen (N) yang akan mengundang jutaan bakteri

Cara membuat kotoran sapi menjadi pupuk organik yaitu dengan cara membiarkan kotoran sapi menjadi tidak basah lagi sehingga kosa dari kotoran sapi tersebut terkumpul sehingga dalam beberapa waktu tertentu kosa akan berubah menjadi pupuk. Tetapi dalam proses ini harus ditangani dengan sebaik mungkin agar terhindar dari penyusutan unsur hara dalam kotoran sapi tersebut.

Adapun penggunaan pupuk yang seimbang dapat meningkatkan produksi dan mutu dari hasil pertanian, meningkatkan efesiensi pemupukan dan kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan.fungsi yang paling utama dari pupuk sapi ini adalah menyediakan atau menambah unsur hara yang di butuhkan tanaman.

 

 (Putri Diana Ningsih)

Straingh News : Pelatihan Hidroponik Oleh Komonitas Servis Kepada Ibu-ibu warga RW.08, RT.04 Wonocolo, Surabaya.

Oleh : Myrra Cintana Leodiar

Minggu, 5 Desember 2021

Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan narasumber seorang pelatih dan profesional penggiat komunitas Hidroponik di Surabaya yang mana beliau merupakan salah satu pendiri komunitas servis.

Ketua komunitas Servis (Ibu Yuni) mengatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja dalam rangka meningkatkan pengetahuan khusus bagi ibu-ibu warga RW3.08, RT.04 Wonocolo, Surabaya. Sebagai pengetahuan dasar serta dapat membantu ibu-ibu untuk bisa menghasilkan mandiri sayuran atau tumbuhan lain setidaknya dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan apabila diterapkan di rumah tangga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga bahkan bisa menambah penghasilan," Kata ibu yuni.

Selain itu, metode hidroponik sangat cocok diterapkan di daerah perkotaan karena tidak memerlukan lahan yang luas, dan bisa dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

"Metode hidroponik ini meski dengan lahan yang kecil, hasilnya tetap bisa maksimal dan hasilnya bisa bermanfaat minimal untuk dikonsumsi sehari-hari. Bahkan hasil dari hidroponik juga memiliki nilai jual, sehingga bisa berguna untuk meningkatkan perekonomian warga," ungkapnya.

Dia juga menekankan kepada ibu-ibu peserta pelatihan hidroponik ini untuk memaksimalkan pelatihan hidroponik yang mereka ikuti tersebut sehingga mereka bisa menerapkan hasil dari pelatihan itu di rumah atau lingkungannya masing-masing.

"Saya tekankan kepada kader-kader yang mengikuti pelatihan ini harus maksimal dengan harapan dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi Sehingga dapat diterapkan di tempat masing- masing sehingga dapat mendukung program dari komunitas servis yaitu memanfaatkan pekarangan melalui program pelestarian hidroponik" pungkasnya. (Ketua Komunitas Servis)

 


Karakter Peduli Lingkungan Penunjang Kelestarian Lingkungan

 


Jika ditanya siapa yang bnertanggung jawab dalam menjaga serta melestarikan bumi ini? Tentu penduduk didalamnya yang lagi berakal diciptakan tuhan. Bagaimana caranya? Tentu harus diawali dari lingkungan yang berskala kecil yaitu keluarga. Mengenai karakter yang bersih serta dapat menjaga lingkungannya tentunya itu harus dipupuk disetiap pribadi orang maka dari itu, sangat diperlukan peranan keluarga terutama ibu. Ibu sebagaimadrasatu ula, pendidik pertama dalam keluarga. Disini sanagat;lah penting peranan ibu agar dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang peduli dengan kebersihan diri serta lingkungannya.

Langkah utama yang di-chager berubah adalah pola pikir sang ibu. Peran keluarga khusus ibu, sangat penting untuk mewujudkan dasar-dasar pendidikan lingkungan. Pendidikan lingkungan paling sederhana diawali membuang sampah pada tempatnya. Perintah sederhana dirumah, diajarkan tanggung jawab sederhana pada putra-putri kecil kita dengan memberi contoh nyata, mengingatkan pesan secara berulang, menegur dengan senyuman jika lupa, sehingga pesan itu bukan menjadi beban. Ingatlah, sampah terbesar di negeri ini berasal dari rumah tangga. Jadi peran penting  ibu juga harus meminimalisir sampah rumah tangga, tentunya dengan belanja secukupnya tidak berlebihan. Masing-masing individu bertanggung jawab atas munculnya sampah. Jadi sebagai ibu rumah tangga, wajib pintar memilah sampah, baik itu sampah organik dan non organik.

Pemilahan sampah non-organik, kita pisahkan berdasarkan jenis limbahnya berupa: kertas, plastik, botol, dll. Sampah non organik ini, dikumpulkan ke bank sampah. Sedangkan, sampah organik diolah dan bisa dimanfaatkan kembali untuk pupuk, dll. Para ibu rumah tangga digalakkan membuat lubang biopori mininal lima lubang di lingkungan rumah. Lubang biopori dipergunakan membuang sisa-sisa makanan, sehingga tanah di lingkungan rumah semakin subur. Pengetahuan sang ibu perlu diasah kompetensinya dalam meminimkan sampah dan mengelola sampah keluarga. Sehingga Gerakan Indonesia Bersih (GIB) berasal dari keluarga, diawali dari diri sendiri, dari yang kecil yang mudah dilakukan  dan  dari sekarang tidak boleh ditunda. Ibu-ibu milenial akan menunjukkan perilaku kekinian. Setiap keluar rumah, di dalam tasnya selalu ada tas khusus untuk mengurangi sampah plastik. Mereka akan membawa tempat-tempat khusus saat belanja. Karakter positif inilah, yang akan dibangun dalam mewujudkan GIB.

Para ibu melinial selalu meng-upgrade diri dengan penerapan  sistem 3 R.  Sistem 3R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse adalah menggunakan kembali sampah.  Reduce yaitu mengurangi sampah. Recycle yang berarti mengolah kembali atau mendaur ulang. Langkah selanjutnya, tinggal peran sekolah untuk membenahi dan menyempurnakan karakter-karakter yang belum kokoh. Peran orangtua dan sekolah saling bersinergi untuk menumbuhkan karakter-karakter yang mulia. Pekerjaan besar, antara dunia pendidikan dengan keluarga untuk mengubah perilaku dalam menjaga dan mewujudkan SDM yang peduli pada lingkungan haruslah terprogram dan terukur. Pendidikan lingkungan diawali penggalakkan kebersihan dari keluarga, penanaman karakter prasekolah PAUD dan TK, aplikasi yang terukur pada saat duduk dibangku SD. Pada tingkatan SMP dan SMA membudayaan perilaku ramah lingkungan.  Sampai pada tingkatan perguruan tinggi mengaplikasikan, membudayakan, mengevalusi dan bahkan meneliti permasalahan lingkungan. Sehingga pengetahuan ini, selalu berkesinambungan dan tidak boleh terputus  sampai tuntaslah permasalahan lingkungan. Langkah lainnya, untuk membatasi atau meniadakan sampah plastik, tentunya melalui penyadaran seluruh lapisan  masyarakat.

Semuanya mempunyai peran apalagi warga negara yang baik pasti berusaha mengurangi sampah plastik, mengajak teman dan saudara untuk menggerakkan minim sampah one day no to plastic. Kampanye ke media sosial menggalakkan penggunaan kantong belanja non plastik, menyampaikan informasi bahaya polusi sampah, banyak ragam cara agar masyarakat sadar mengurangi sampah. Akhirnya, masing-masing individu baik itu sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun sebagai warga mempunyai peran yang nyata agar permasalahan sampah di negeri kita teratasi. Mari bergandeng tangan, diniatkan dengan keikhlasan untuk menjaga bumi. Manusialah yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi, karena manusia sebagai kholifah fil ardri.

(Myrra Cintana Leodiar)

 

Kenyamanan Ibadah Terletak Pada Kebersihan lingkungan Tempat Ibadah

     

            Islam mengajarkan kebersihan dalam menjalankan kehidupan terutama dalam hal ibadah tentunya, islam begitu banyak mengajarkan kita bagaimana menjalankan kehidupan sehari-hari sehingga yang kita jalani terasa nyaman dan bersih. Sebagaimana di katakan bahwa “Kebersihan Sebagian Dari Pada Iman”, di sini menerangkan bahwa kebersihan adalah suatu hal yang harus kita perhatikan sehingga hadirnya kenyamanan dalam beraktifitas terutama dalam kegiatan beribadah tentunya.

            Agar beribadah semakin fokus dan tidak terasa ada yang menjanggal khususnya kebersihan, dapat kita ambil suatu contoh yang di Musholah AL-Ihsan yang selalu bersih terantar dari kebersihan itu maka menghadirkan kenyaman para jama’ah untuk melakukan ibadah. Seorang ta’mir yang selalu melakukan bersih-bersih musholah Al-Ihsan.

            Musholah Al-Ihsan terletak pada RT 03, Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Kebersihan yang selalu terjaga pada musholah ini sehingga para jama’ah yang merasakan kenyamanan, seorang ta’mir yang selalu menjaga kebersihan musholah. Suatu hal yang dapat kita pula dari memberikan kenyamanan dalam beribadah akan mendapatkan pahala yang begitu berlimpah apalagi melakukan hal tersebut dengan ke iklasan dari hati terdalam.

            Seorang ta’mir yang selalu menjaga kebersihan Musholah beliau memiliki latar belakang seorang lulusan Pondok Pesantren dimana letak Pesantren berada di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Utara. Beliau sekaligus seorang ustad di musholah tersebut, beliau Bernama Ustad Ardias Maulana beliau lahir di Jawa Barat, belaiu adalah  suku Sunda. Dengan tekat Dakwahnya beliau rela jauh dari rumah berpisah dengan keluarga besarnya tentu demi melakukan Dakwah, karna Dakwah adalah sebuah kewajiban untuk semuah muslim.  

(Ridwan Marsetio Adi)

           

           

Museum dari Sampah Plastik Ingatkan Besarnya Masalah Lingkungan di Indonesia.

 


Permasalahan sampah plastik sudah menahun hingga penyelesaiannya membutuhkan proses panjang dan keterlibatannya semua manusia. Banyak gerakan dari para aktivis lingkungan untuk mengurangi sampah yang sulit didaur ulang ini.

Dilansir dari Asia One, Selasa, 5 Oktober 2021, sejumlah aktivis lingkungan di Indonesia membuat museum yang keseluruhannya terbuat dari plastik. Pameran tersebut berlangsung di ruang terbuka di daerah Gresik, Jawa Timur. 

Butuh tiga bulan lamanya untuk mengumpulkan dan membangun instalasi yang menggunakan lebih dari 10.000 sampah plastik, mulai dari botol, tas, sachet, dan sedotan plastik yang dikumpulkan dari sungai dan pantai yang tercemar. Instalasi dimulai dari terowongan 4444 sepanjang 10 meter.

Terowongan itu dibangun dari sampah plastik yang dikumpulkan dari beberapa sungai sekitar Gresik selama tiga tahun. Pada bagian tengah pameran berdiri patung Dewi Sri, dewi kemakmuran yang diyakini oleh masyarakat Jawa. Rok panjang Dewi Sri terbuat dari sachet barang-barang rumah tangga sekali pakai.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai,” ujar Prigi Arisandi, pendiri museum. “Plastik sangat sulit didaur ulang. Mulai hari ini, kita harus berhenti menggunakan plastik sekali pakai karena akan mencemari laut, yang juga merupakan sumber makanan kita,” tambahnya.

Permasalahan plastik sangat mendesak di Indonesia, negara kepulauan yang menempati urutan kedua setelah Tiongkok dalam hal banyaknya volume plastik yang berakhir di lautan. Data tersebut berdasarkan artikel yang berjudul ‘Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean’ yang ditulis oleh Jenna R. Jambeck pada 2015. Disebutkan bahwa jumlah sampah plastik laut Indonesia mencapai 0.48–1.29 juta metrik ton per tahun.

Bersama dengan Filipina dan Vietnam, keempat negara tersebut bertanggung jawab atas lebih dari separuh sampah plastik di lautan. Indonesia telah berupaya untuk mengatur regulasi penggunaan kemasan plastik dan telah membuahkan hasil.

(Nabilatus Zahro)

 

FEATURE : DARI GO GREEN MENJADI GREEN SCHOOL??? Itulah smpn 3 pati


Go Green school? Mungkin kata itu sudah biasa terdengar di kalangan umum sebagai usaha suatu sekolah untuk menuju ke sekolah hijau. Green school dalam makna luas, diartikan sebagai sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk mengintemali-sasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Karenanya, tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah lingkungan (Sugeng Paryadi, 2O08).

            Lingkungan sekarang ini mulai berubah seperti banyak bencana banjir, tanah longsor, dan polusi – polusi yang terjadi sebagian besar karena ulah manusia, maka dari itu harus ada upaya penyadaran manusia untuk peduli dengan lingkungan.

Di sinilah, konsep sekolah hijau dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi penting dan strategis. Di sekolah, proses pembelajaran mengarah pada upaya pembentukan perilaku siswa yang peduli lingkungan melalui model pembelajaran yang aplikatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Sementara itu, lingkungan sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari. Dengan demikian, kedua aspek tadi, menuju pada satu tujuan yaitu internalisasi atau pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip pendapat Sugeng Paryadi, penyusunan program sekolah hijau ini dilakukan secara holistik dengan mengaitkan seluruh program yang ada di sekolah serta mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat.

Potensi internal sekolah seperti ketersediaan lahan, sumber daya air, energi,

bentang alam, tradisi masyarakat sekitar, dan ekosistemnya merupakan objek pengembangan dalam konsep sekolah hijau. Sementara dalam pandangan LSM Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati), program sekolah hijau ha-rus mengembangkan (a) kurikulum berbasis lingkungan; (b) pendidikan berbasis komunitas; (c) peningkatan kualitas lingkungan sekolah dan sekitarnya; (d) sistem pendukung yang ramah lingkungan; dan (e) manajemen sekolah berwawasan lingkungan.

Implementasi sekolah hijau dilakukan dalam tiga langkah strategis yaitu pertama, bidang kurikuler, pembelajaran lingkungan hidup dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada. Guru harus pandai mengemas pembelajaran dengan pemahaman dan pengalaman belajar yang aplikatif. Kedua, bidang ekstrakurikuler yaitu mengarah pada pembentukan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkung-

an melalui kegiatan penyuluhan lingkungan dan lomba karya lingkungan.

Ketiga, bidang pengelolaan lingkungan sekolah yaitu melalui (a) pemanfaatan dan penataan lahan sekolah menjadi laboratorium alam seperti menjadi kebun dan tanaman obat-obatan, ajakan hemat energi dan air, daur ulang sampah melalui proses reduce, reuse, dan recycle, serta (b) pengelolaan lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perila-ku nyata yang positif di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal.

Lingkungan sekolah adalah lingkungan kehidupan sehari-hari siswa. Jika lingkungan sekolah dapat ditata dan dikelola dengan baik, maka akan menjadi wahana efektif pembentukan perilaku peduli lingkungan

Salah satu sekolah yang memberlakukan konsep green school tersebut adalah SMP N 3 Pati. SMPN 3 Pati merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri paling favorit di Kota Pati. Pasalnya, sekolah yang berdekatan dengan Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati ini seringkali menuai prestasi. Namun, selain prestasi prestasi yang diraih, SMP N 3 Pati juga mendapatkan penghargaan – penghargaan di bidang kebersihan dan penghijauan. Penghargaan tersebut berupa Penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata. Adiwiyata ini merupakan hasil dari jerih payah seluruh anggota sekolah untuk menjaga kebersihan dan kehijauan lingkungan menjadi sekolah hijau.

Adiwiyata? Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk Cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup. Penghargaan Adiwiyata sendiri sudah diraih SMP N 3 Pati sebagai sekolah dengan kebersihan serta hal yang berhubungan dengan lingkungan hidup.Hal hal yang banyak di lakukan SMP N 3 Pati sebagai peraih Adiwiyata di tingkat Nasional dan untuk menuju sekolah hijau seperti; memberlakukan 3R , contohnya adalah sampah plastik yang dibawa warga sekolah tidak berada di lingkungan sekolah. Adanya bank sampah ini untuk memilah sampah- sampah yang dimiliki setiap kelas dan akan di tampung pada bank sampah setiap Hari Sabtu/ akhir minggu, dan kegiatan kegiatan yang menunjang hal hal berbau lingkungan, serta ada juga membuat lubang resapan atau biopori. Biopori sendiri adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori. Cara membuat biopori ini yaitu pertama, dengan menggali tanah dengan kedalaman 1 meter dan diameter lingkaran 30 cm. Kedua, isi ubang tersebut denga ijuk sebagai komposer, ketiga masukkan sampah orgaik lalu tutup dengan tanah, tahapan terakhir yaitu setelah satu bulan, buka lubang tersebut maka terdapat pupuk kompos yang terbuat dari sampah organik yang sebelumnya telah di masukkan.

Selain Biopori, SMP N 3 Pati juga memberlakukan 3R. Apa iti 3R? 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle merupakan cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Kegiatan kegiatan sebagai contoh penerapan 3R seperti berikut:

Contoh kegiatan reuse: Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali, Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng, Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali, Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis, Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat, Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan

Contoh kegiatan reduce: Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang, Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali), Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali, Kurangi penggunaan bahan sekali pakai, Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi, Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.

Contoh kegiatan recyclePilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai, Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali, Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos, Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.

Hal – hal yang banyak diusahakan oleh SMP N 3 inilah yang dapat membawa nama SMP 3 menuju Green School dan Adiwiyata di tingkat Nasional. Penghijauan dan rasa cinta lingkungan ini juga dapat dilakukan oleh sekolah/orang lain sebagai contoh yang baik. Seperti yang dikemukakan oleh Bp. Nyamat S,Pd. selaku guru Bhs. Indonesia sekaligus seksi di Bidang Kesiswaan bahwa “ SMP N 3 dapat meraih Adiwiyata, Green School Award, dan Prestasi di Bidang Akademik tidak luput dari peran seluruh anggota struktur di SMP N 3. Maka dari itu menjaga lingkungan itu tugas seluruh anggota sekolah yang bertugas tidak hanya penjaga sekolah atau guru maupun murid”. Dari yang dituturkan oleh Bp. Nyamat dapat di simpukan bahwa kebersihan dan kehijauan lingkungan sekolah merupakan hal yang wajib dilaksanakan anggota sekolah yang di beri tugas, seperti murid yang wajib melaksanakan piket ketika jadwal piketnya ataupun membantu membersihkan lingkungan meskipun di luar hari piket. Keberhasilan yang diraih SMP N 3 ini sebagai wujud apresiasi seluruh anggota struktur sekolah dalam menjaga kebersihan dan kebersihan lingkungan.


(Siti sholikah)

Rabu, 01 Desember 2021

Feature : Sampah dan Pengelolaannya Dalam Kehidupan Kita


Kata sampah memang sudah tidak terdengar asing lagi di telinga kita. Mendengar kata sampah, memang seperti mendengar hal yang sepele. Tetapi Sampah yang seringkali terdengar sepele itu justru akan berdampak negatif bagi kelangsungan hidup kita sehari-hari.

Di Indonesia sendiri sampah telah menjadi sebuah permasalahan yang tak kunjung usai sampai saat ini. Bukan hanya di kota-kota besar, kota-kota kecil pun semakin hari semakin di pusingkan oleh sampah dan cara pengelolaannya. Hari bergan hari sampah yang ada bukannya semakin berkurang justru sebaliknya semakin menumpuk dan bertambah. Walaupun sudah beribu-ribu kali di galakkan dengan slogan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” hingga saat kini masih saja banyak masalah yang ditimbulkan karena jumlah sampah semakin banyak. Akibat tidak adanya penanganan sampah yang benar dan tuntas, maka tumpukan sampah tersebut akan mengakibatkan masalah-masalah seperti bau busuk sampah yang menyengat sehingga mengganggu penciuman, tersumbatnya saluran air dan selokan yang dapat berakibat banjir, timbulnya penyakit kulit, diare, demam berdarah (DBD), dan lainnya.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Dengan kata lain sampah merupakan sisa-sisa kotoran yang sudah tidak mempunyai nilai kegunaan atau manfaat, sehingga tidak diinginkan keberadaannya oleh sebagian masyarakat. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 menyebutkan bahwa ada tiga jenis sampah yang seharusnya dikelola yaitu Sampah Rumah Tangga, Sampa Sejenis Sampah Rumah Tangga, dan Sampah Spesifik. Dari ketiga jenis sampah tersebut, produksi sampah rumah tangga akan selalu ada dan tidak pernah berhenti, tidak kita sadari sampah padat kita kumpulkan di bak sampah untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Sementara itu, sampah cairnya kita biarkan mengalir ke selokan dan akhirnya akan meresap ke dalam tanah, sehingga akan mencemari tanah, dan air dalam tanah. Dari hal sepele tersebut, akan mengakibatkan dampak besar yakni meresapnya air ke dalam tanah ini berakibat menurunnya kualitas air, timbul masalah kekurangan air yang berkualitas, penyakit menular, dan lain-lain.

Upaya untuk menjaga lingkungan bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, nyatanya belum disadari oleh sebagian besar masyarakat, tumpukan sampah yang bau dan menjijikan seringkali kita jumpai di sepanjang jalan. Di ruang-ruang publik misalnya di pasar, terminal, kantor, bahkan di sekolah-sekolah. Meskipun sudah ada himbauan tetap saja masalah sampah tidak kunjung usai. Mungkin karena masyarakat berfikir bahwa, ketika sampah sudah di buang ke tempat sampah di luar rumah, maka masalah selesai. Setelah sampah dibuang, kita pun dengan mudahnya dapat kembali menghasilkan sampah. Pola pikir yang semacam ini sudah seharusnya kita tinggalkan. 

Tinggi rendahnya resiko bencana di suatu daerah dapat dilihat dari tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah tersebut. Kerusakan lingkungan dapat terjadi bisa dikarenakan dari sampah sampah yang dibiarkan menumpuk dan tidak dapat sepenuhnya diolah oleh manusia. Oleh karena itu diperlukan adanya kesadaran masyarakat masing maisng untuk tidak menambah kerusakan lingkungan terutama karena disebabkan oleh sampah.

Penerapan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) dapat dijadikan solusi untuk anda dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan cara yang sangat mudah dan murah. Sampah yang diolah dapat dijadikan sebagai pupuk kompos atau bahkan bisa menjadi sumber listrik baru. Penerapan konsep 3R ini dapat diterapkan oleh siapa saja setiap hari. Konsep ini memiliki inti yakni Reuse (Menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya), Reduce (Mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah), Recycle (Mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat).

Permasalahan sampah yang ada saat ini merupakan tugas kita bersama dengan bergandeng tangan dalam menjaga lingkungan bersama dengan penerapan hidup yang bersih dan sadar akan membuang sampah pada tempatnya. Karena jika kita tidak ada kesadaran dalam menjaga bersama, meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi sampah yang berserakan, seperti menyediakan tempat sampah. Tempat sampah itu sepertinya tidak berfungsi karena masih banyak orang yang membuang sampah di sembarang tempat, walaupun sudah disediakan tong sampah di tempat-tempat tertentu, sampah tetap saja terlihat menumpuk di mana-mana.

Sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh besar terhadap lingkungan hidup masyarakat yang tinggal disektitarnya. Sampah akan menimbulkan dampak negatif, seperti dampak terhadap kesehatan.

Sadar tidak sadar bahwa penyebab orang membuang sampah sembarangan dikarenakan faktor malas, terdesak, berfikir bahwa petugas akan membersihkannya, kurangnya kesadaran diri, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, letak tempat sampah yang jauh, dan tidak menemukan tempat sampah.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan tentu dapat kita ubah dengan memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan dan bertekad pada diri sendiri untuk melakukan perubahan agar tidak membuang sampah sembarangan karena hal tersebut akan merugikan diri sendiri.

(NABILATUS ZAHRA)

 

 

 

 

 

Hijau Alamku, Damai Jiwaku

Pesona alam indah nan hijau yang terhampar luas di bumi Indonesia, memberikan gambaran kesuburan dan kekayaan. Hijaunya alam itu juga member...