Sumber
gambar :
https://images.app.goo.gl/LTVvngaZjJuuFkCe9
Merubah kebiasaan untuk menggunakan deterjen atau produk household
pembersih komersil yang terbuat dari bahan kimia kemasan plastik kemudian
beralih ke alternatif yang alami dan ramah lingkungan bisa menjadi langkah awal
untuk bisa menerapkan sustainable living. Salah satunya dengan memanfaatkan
segala sesuatu yang ada di alam, yaitu buah lerak.
Buah lerak (sapindus) atau banyak disebut sebagai soap nut/
soap berries adalagh tumbuhan yang buahnya dapat digunakan sebagai sabun alami
dikarenakan kandungan saponin, agen surfactant, yang menghasilkan busa ketika
digosokan dengan air. Lerak banyak digunakan oleh orang pada zaman dulu untuk
mandi dan mencuci. Lerak juga digunakan untuk mencuci batik dan bahakan emas
dan perak. Pohon lerak berukuran 10-50 m dan dipanen saat berusia 10-15 tahun.
Mengapa harus buah lerak? Kandungan yang ada pada buah leraklah
yang menjadikannya sangat cocok dijadikan sebgai pengganti alternative diterjen
yang ramah lingkungan. Pertama, kandungan saponin pada lerak yang memiliki
peran sebagai agen antimicrobial dan antifunfal yang dapat mencegah pertumbuhan
microba serta jamur. Kedua, kandungan alkaloid beracun pad biji lerak juga
berpotensi sebagai pengusir serangga sehingga tidak dibutuhkan pestisida dan
pembududayaannya. Sifat buah lerak yang alami, organic dan biodegrable sehinnga
limbah dari buah lerak ini dapat dijadikan kompos. Selain itu mengenai
keamannannya terhadap kulit pengguna tidak menjadi sebuah maslah lagi,
dikarenakan buah lerak bersifat hypoalleargenic, aman bagi kulit sensitive,
beberapa referensi juga menyebutkan buah lerak pada zaman dulu digunakan
sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah kulit. Selain itu, buah ini
tidak membuat kulit kasar, mudah dibilas dan saat di rendam pada waktu yang
lanma tidak akan berbau tidak sedao seperti saat menggunakan deterjen komersil
dan tentunya tidak merusak serat baju.
Dengan menggunakan bahan ramah lingkungan dalam kehidupan
sehari-hari sangatlah membantu bumi untuk bisa selalu terjaga. Banyak alasan
yang menjadikan kehidupan kita menjadi sustainable living terutama dalam
penggunaan deterjen ini. Tahukah kamu bahwa deterjen yang selama ini kita
gunakan untuk mencuci pakaian sbenarnya merupakan hasil turunan dari
penyulingan minyak bumi dengan tambahan beberapa bahan kimia, bahan pewarna dan
bahan pewangi. Semakin kompleks komposisi dan proses pembuatan dari sebuah
produk makan semakin besr pula tentunya karbon emisi yang dihasilkan.
Tentunya limbah darei deterjen sangatlah merusak lingkungan, tanah
maupun air. Tidak sedikit seterjen yang menggandung bahan yang sangat sulit
dirusak oleh mikroorganisme di tanah sehingga dapat menimbulkan pencemaran
linbgkungan hidup di aliran air yang tercemar. penggunaan bahan tidak ramah
lingkungan tentunya juga berpengaruh kepada kesehatan dengan kandungan deterjen
yang mengandung senyawa artificial yang bisa saja terhirup atau tertinggal
dalam pakaian sehingga dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit, atau lebih
parahnya terminum karna telah mencemari air, sehingga dapat menyebabkan kanker
dan tumor juga beberapa penyakit lainnya. Selain itu, tidak diragukan lagi ,
tidak lepas dari kemasan plastiknya, Indonesia dengan minimnya recycling,
menghindari dan mengurangi produk dengan kemasan plastic adalah pilihan yang
terbaik.
Maka, tunggu apalagi? Semakin lama kita mengundur waktu penggunaan bahan alami yang ramah
lingkungan semakin lama pula kita menumpuk bahan tak ramah lingkungan sehingga merusak lingkungan ataupun kesehupan sekitar. Sebagai generasi
yang peduli akan kelangsungan bumi mari kita berpartisipasi dalam menjaga
kelangsungan bumi.
Oleh
: Myrra Cintana Leodiar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar