Rabu, 17 November 2021

FEATURE : Buah Lerak, Alternatif Pengganti Deterjenmu

 



Sumber gambar :

https://images.app.goo.gl/LTVvngaZjJuuFkCe9

Merubah kebiasaan untuk menggunakan deterjen atau produk household pembersih komersil yang terbuat dari bahan kimia kemasan plastik kemudian beralih ke alternatif yang alami dan ramah lingkungan bisa menjadi langkah awal untuk bisa menerapkan sustainable living. Salah satunya dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada di alam, yaitu buah lerak.

Buah lerak (­sapindus) atau banyak disebut sebagai soap nut/ soap berries adalagh tumbuhan yang buahnya dapat digunakan sebagai sabun alami dikarenakan kandungan saponin, agen surfactant, yang menghasilkan busa ketika digosokan dengan air. Lerak banyak digunakan oleh orang pada zaman dulu untuk mandi dan mencuci. Lerak juga digunakan untuk mencuci batik dan bahakan emas dan perak. Pohon lerak berukuran 10-50 m dan dipanen saat berusia 10-15 tahun.

Mengapa harus buah lerak? Kandungan yang ada pada buah leraklah yang menjadikannya sangat cocok dijadikan sebgai pengganti alternative diterjen yang ramah lingkungan. Pertama, kandungan saponin pada lerak yang memiliki peran sebagai agen antimicrobial dan antifunfal yang dapat mencegah pertumbuhan microba serta jamur. Kedua, kandungan alkaloid beracun pad biji lerak juga berpotensi sebagai pengusir serangga sehingga tidak dibutuhkan pestisida dan pembududayaannya. Sifat buah lerak yang alami, organic dan biodegrable sehinnga limbah dari buah lerak ini dapat dijadikan kompos. Selain itu mengenai keamannannya terhadap kulit pengguna tidak menjadi sebuah maslah lagi, dikarenakan buah lerak bersifat hypoalleargenic, aman bagi kulit sensitive, beberapa referensi juga menyebutkan buah lerak pada zaman dulu digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah kulit. Selain itu, buah ini tidak membuat kulit kasar, mudah dibilas dan saat di rendam pada waktu yang lanma tidak akan berbau tidak sedao seperti saat menggunakan deterjen komersil dan tentunya tidak merusak serat baju.

Dengan menggunakan bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari sangatlah membantu bumi untuk bisa selalu terjaga. Banyak alasan yang menjadikan kehidupan kita menjadi sustainable living terutama dalam penggunaan deterjen ini. Tahukah kamu bahwa deterjen yang selama ini kita gunakan untuk mencuci pakaian sbenarnya merupakan hasil turunan dari penyulingan minyak bumi dengan tambahan beberapa bahan kimia, bahan pewarna dan bahan pewangi. Semakin kompleks komposisi dan proses pembuatan dari sebuah produk makan semakin besr pula tentunya karbon emisi yang dihasilkan.

Tentunya limbah darei deterjen sangatlah merusak lingkungan, tanah maupun air. Tidak sedikit seterjen yang menggandung bahan yang sangat sulit dirusak oleh mikroorganisme di tanah sehingga dapat menimbulkan pencemaran linbgkungan hidup di aliran air yang tercemar. penggunaan bahan tidak ramah lingkungan tentunya juga berpengaruh kepada kesehatan dengan kandungan deterjen yang mengandung senyawa artificial yang bisa saja terhirup atau tertinggal dalam pakaian sehingga dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit, atau lebih parahnya terminum karna telah mencemari air, sehingga dapat menyebabkan kanker dan tumor juga beberapa penyakit lainnya. Selain itu, tidak diragukan lagi , tidak lepas dari kemasan plastiknya, Indonesia dengan minimnya recycling, menghindari dan mengurangi produk dengan kemasan plastic adalah pilihan yang terbaik.

Maka, tunggu apalagi? Semakin lama kita mengundur  waktu penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan semakin lama pula kita menumpuk bahan tak ramah lingkungan sehingga merusak lingkungan ataupun kesehupan sekitar. Sebagai generasi yang peduli akan kelangsungan bumi mari kita berpartisipasi dalam menjaga kelangsungan bumi.

Oleh : Myrra Cintana Leodiar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hijau Alamku, Damai Jiwaku

Pesona alam indah nan hijau yang terhampar luas di bumi Indonesia, memberikan gambaran kesuburan dan kekayaan. Hijaunya alam itu juga member...