Rabu, 24/11/21. Sebelumnya beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah tengah dilanda banjir setidaknya ada tujuh kabupaten terendam banjir yang menyebabkan ratusan desa dan ribuan warga terdampak. Bahkan di Ibu Kota Kalteng, yaitu Kota Palangka Raya ada beberapa tempat yang mengalami banjir parah dimana banyak masyarakat memilih untuk mengungsi karena rumah yang terendam oleh banjir. Beberapa tempat tersebut diantaranya ada Jalan Anoi, Jalan Arut, Jalan Mendawai, Jalan Puntun dan jalan-jalan lain yang berdekatan dengan Sungai Kahayan.
Salah satu penyebab banjir tersebut karena curah hujan yang sangat tinggi bahkan dalam sehari hujan bisa turun 2 sampai 4 kali, sehingga volume air terus meningkat yang mengakibatkan sulitnya warga dalam beraktivitas. Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, per Sabtu, 20 November 2021, tercatat jumlah pengusi sebesar 6.291 jiwa. Ribuan pengungsi itu tersebar di 36 posko yang disediakan pemerintah dan posko mandiri. Selama banjir juga banyak relawan-relawan yang datang membantu, baik menyediakan tempat mengungsi, menyediakan dapur umum, menyediakan alat transportasi berupa perahu karet, serta banyak yang ikut melakukan aktivitas penggalangan dana.
Namun, setelah banjir melanda yang diperkirakan hampir 2 minggu lamanya. Banjir mulai terlihat surut, berdasarkan data kondisi air pada Kelurahan Palangka sudah mengalami penurunan sekitar 1 meter. Bahkan jalanan sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua serta para pejalan kaki.
Beberapa warga juga terlihat sibuk membersihkan rumah dengan peralatan sedanya seperti, ember, sikat, dan lainnya. Prabotan rumah tangga yang masih melekat lumpur akibat banjir dibersihkan satu per satu. Meskipun banjir mengalami penurunan volume air, ada beberapa jalan yang masih terdampak banjir meskipun tidak setinggi sebelumnya. Itu karena jalan tersebut berada dikawasan yang berdekatan langsung dengan sungai Kahayan.
Sementara itu, posko pengungsian yang hingga saat ini masih ditinggali oleh beberapa warga serta dapur umum, masih beroperasi guna memenuhi kebutuhan warga yang terdampak. Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengimbau kepada masyarakat Kota Cantik selalu waspada. Mengingat sebelumnya, BMKG Kalteng telah memprediksi puncak curah hujan tinggi pada bulan berikutnya. "Masyarakat saya imbau tetap waspada terhadap bencana banjir ini yang diprediksi puncaknya terjadi pada Desember, Januari hingga Februari,"kata Emy.
(Putri Diana Ningsih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar